All Sketchs

This gallery contains 6 photos.

    Illustrated by: VYOLA AGHESTINE Department of Silviculture Faculty of Foresty Bogor Agricultural University (IPB)

More Galleries | Leave a comment

“Pemikiran Dasar” Hutan Hujan Tropika

Hutan hujan  tropika yang biasa dikenal dengan hutan hujan tropis merupakan bioma yang formasinya berada di daerah tropis (yang dapat ditemui disekitar garis khatulistiwa) pada dataran rendah dan memiliki kondisi yang lembab dan selalu basah, di dunia hutan hujan tropis berada di Amerika Tengah, Asia Tenggara, Indo-Malaya, Papua Nugini, Queesland Australia dan beberapa di Afrika Barat. Kondisi iklim yang selalu basah tersebut merupakan kondisi yang baik bagi perkembangan jenis-jenis strangler, epifit, mikroba tanah,  dsb. Keberagaman yang terdapat di hutan hujan tropis disebabkan oleh beragamnya karakter site atau lingkungan tempat tumbuh. Tempat tumbuh yaitu berupa tanah pada hutan hujan tropis cenderung tidak subur akibat adanya pencucian dari surface run-off  yang terjadi secara kontinu, sehingga unsur hara selalu hilang dan terbawa. Namun, disisi lain banyaknya jumlah serasah yang jatuh di lantai hutan hujan tropis mengakibatkan tingginya bahan organik yang tersedia, dimana kondisi lingkungan yang lembab mendukung proses dekomposisi serasah tersebut sehingga dapat memulihkan ketersediaan hara bagi tanah dan siklus hara berlangsung secara tertutup.

 Ciri khas dari hutan hujan tropis tersebut dapat dilihat dari jenis flora dan fauna yang khas dan beragam membentuk suatu sistem kompleks berupa tipe ekosistem dan formasi hutan. Selain itu, keberadaanya dapat dicirikan dengan profil hutan yang memiliki  beragam lapisan tajuk dan terdapat jenis-jenis pohon dengan tajuk yang menjulang “emergent layer”. Sedangkan jika dilihat dari morfologi jenis penyusunnya, tumbuhan di hutan hujan tropis relatif memiliki ujung daun yang meruncing hingga runcing, umumnya pohon-pohon besar berbanir dengan kulit batang yang tipis sehingga cocok untuk pertumbuhan epifit dan jenis-jenis tumbuhan ini dapat diidentifikasi melalui bungannya karena tumbuhan di hutan hujan tropis relatif berbunga sepanjang tahun. Penutupan tajuk pada kanopi hutan yang cukup besar menyebakan rendahnya cahaya yang masuk ke lantai hutan, sehingga lantai hutan terbebas dari terna, perdu, herba ataupun semak belukar lainnya namun terdapat anakan dari benih pohon induk yang jatuh ke lantai hutan. Jika terdapat gangguan dimana terbukannya kanopi hutan maka lantai hutan akan didominasi oleh beragam terna, perdu, herba ataupun semak belukar lainnya.  Keberadaan pohon-pohon yang besar bersama strangler maupun epifit yang tumbuh dengannya mengundang beragam jenis fauna baik herbivora maupun karnivora sebagai sumber makanan, tempat berlindung dan habitat bagi fauna lainnya. Pohon tersebut merupakan key species dari hutan hujan tropis.

Hutan hujan tropis memiliki kekayaan alam hayati yang begitu besar sehingga keberadaannya merupakan penopang kehidupan di bumi, yaitu menyediakan kebutuhan manusia berupa produk kayu maupun non-kayu baik tangible maupun intangible dimana fungsinya yang terbesar yaitu penyedia oksigen di bumi. Selain itu, keberadaan hutan hujan tropis mengatur sistem hidrologi dan mengatur kandungan karbon di atmosfer.

author:

Vyola Aghestine
Department of Silviculture
Faculty of Forestry
Bogora Agricultural University (IPB)

Categories: Artikel | Leave a comment

PERTANIAN SUKABUMI

Read more »

Categories: Artikel | Leave a comment